Setiap tahun Indonesia merayakan kemerdekaannya dan pekik merdeka diteriakkan. Pekikan dan perayaan adalah suatu simbol semangat untuk menjadi merdeka. Lebih jauh lagi, kemerdekaan harus didalami dan dipahami secara lebih detil, karena istilah itu sangat berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Bagi kita di Indonesia, kemerdekaan adalah kebebasan (freedom), sedangkan kemerdekaan dalam konteks negara yang digunakan dalam bahasa Inggris adalah independence (kemandirian). Bagi saya kedua hal ini sangat berkaitan erat, karena kemandirian hanya dapat tercapai jika ada kebebasan. Kemandirian mengubah orang dari obyek menjadi subyek.

Pendidikan adalah cara terpenting untuk memberikan kebebasan dan kemandirian. Bebas untuk memilih cara hidup, mandiri dalam menentukan penguatan tiang kehidupan, termasuk ekonomi. Banyak orang masuk ke sekolah bisnis untuk menjadi kaya, mendapat pendapatan yang lebih, diantaranya karena gelar. Namun, masuk ke sekolah bisnis seperti Prasetiya Mulya, yang kini telah bertransformasi menjadi Universitas, sebenarnya berarti lebih dari sekedar gelar atau jabatan, yaitu membuat kita mandiri, memiliki pilihan dan kemampuan dalam menentukan hidup kita. Alumni Prasetiya Mulya memiliki peluang yang jauh lebih besar karena kemampuannya yang terasah melalui proses pendidikan yang ditempuh secara intensif selama masa belajar di Universitas Prasetiya Mulya melalui pola pembelajaran yang efektif dalam mengubah pola berpikir.

Presiden Joko Widodo memahami hambatan yang menghalangi, potensi yang ada dan sumber daya yang dibutuhkan untuk meningkatkan pertumbuhan, menggairahkan ekonomi dan memperkuat ekonomi masyarakat. Indonesia adalah salah satu negara dengan pertumbuhan tertinggi yaitu di atas 5% selain China dan India. Pertumbuhan ini dipicu oleh potensi yang besar di berbagai sektor diantaranya infrastruktur, perikanan, pariwisata, ekonomi kreatif dan perdagangan utamanya yang bergerak di level usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).  Di saat yang bersamaan, ekonomi bergerak lambat karena terjadi bottleneck kronis yang menghambat usaha penggairahan ekonomi seperti biaya logistik yang mahal, birokrasi yang rumit, KKN (Korupsi Kolusi Nepotisme) yang mempertahankan intransparansi proses, serta gap antara kebutuhan dan ketersediaan sumber daya manusia (SDM). Oleh karena itu, pada dua tahun masa pemerintahan, Presiden Joko Widodo memfokuskan pada :

  • Pembangunan infrastruktur untuk memastikan Indonesia terhubung sehingga logistik dan perhubungan lancar dan murah.
  • Deregulasi yang membuka kerumitan birokrasi dan memastikan transparansi.
  • Pembangunan SDM untuk memastikan supply SDM sesuai dengan kebutuhan SDM industri dan sektor.

Universitas Prasetiya Mulya memiliki peran penting dalam membangun SDM Indonesia yang secara signifikan berkontribusi positif terhadap pembangunan. Saat ini, rata-rata tingkat pendidikan Indonesia adalah kelas 2 SMP (Sekolah Menengah Pertama), sehingga pemerintah memfokuskan peningkatan jumlah dan kualitas SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) yang dapat melayani kebutuhan industri. Universitas Prasetiya Mulya sendiri berada pada level yang berbeda, yaitu memperkuat suplai SDM di level pengambil keputusan. Justru segmen ini merupakan segmen penting karena para pengambil keputusan adalah mereka yang menentukan langkah, strategi untuk peningkatan pertumbuhan perusahaan. Presiden Joko Widodo selalu mengatakan bahwa pemerintah tidak dapat menciptakan lapangan pekerjaan, sektor swastalah yang mampu melakukannya. Karena itu tugas pemerintah adalah memastikan sektor swasta bertumbuh pesat dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Indonesia hanya dapat mengungguli negara lain jika memiliki daya saing (competitiveness) yang tinggi, dan daya saing sangat tergantung pada orang yang mengendalikannya, mengerjakannya dan pengambil keputusannya. Dengan perjalanan waktu, Alumni Prasetiya Mulya telah terbukti menjadi profesional dan wirausaha yang lincah (agile), berdaya tahan tinggi (resilience) dan kompetitif. Penilaian dibuktikan dengan hasil dan dampak yang dirasakan oleh pemangku kepentingan (stakeholders).

Sumber daya alam yang besar, kecantikan alam yang menawan, ragam budaya yang kaya, kemampuan ketahanan masyarakat yang tinggi dan kualitas inteligensia dan keahlian profesional serta pengusahanya adalah modal kuat kita membangun daya saing. Hanya dengan daya saing tinggi, Indonesia bisa mandiri dan Prasetiya Mulya mampu membantu mewujudkannya. Dirgahayu Negaraku ke-71.

Ditulis oleh : Chrisma A. Albandjar, MA, MM (MMR 15)