Mengawali karier secara profesional tidak menghentikan langkah Indria Handoko, Ph.D untuk mewujudkan rasa cintanya pada bidang pendidikan menjadi kenyataan. Di sela–sela kesibukannya menjalani karier profesional, Indria sempat membuka kursus aritmatika bagi anak – anak dan setelah menjalani bisnis tersebut, rasa cintanya pada bidang mengajar mulai muncul. “Berawal dari area profesional lalu ke area pendidikan rasanya memang beda banget, tapi kalo sekarang belajarnya lebih banyak. Jadi pengajar di sekolah bisnis itu dapat belajar mengenai berbagai macam industri, lebih banyak kemungkinan untuk tukar pikiran dan menggali dari orang lain daripada hanya satu bidang profesionalisme saja. Itulah salah satu daya tarik menjadi pengajar”, cerita Indria.

Lulusan sarjana teknik yang kerap dipanggil dengan Indria ini memulai karier profesionalnya dengan bekerja pada salah satu perusahaan properti terbesar di Indonesia, sebagai seorang arsitektur. Setelah empat tahun bekerja, Indria memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya dengan mengambil program Magister Manajemen (MM) full time di Universitas Prasetiya Mulya, dan bergabung dengan MM Reguler angkatan 15. Lulus dari Prasetiya Mulya, Indria kembali melanjutkan karier profesionalnya dengan bekerja pada salah satu perusahaan fast moving consumer goods di Indonesia sebagai Marketing Director untuk area Kalimantan Barat.

Pada tahun 2003, Indria kembali ke ibu kota dan menerima tawaran untuk bergabung di Prasetiya Mulya bersama tim Career Development Center (CDC). Selama tiga tahun, Indria banyak menangani beraneka ragam perusahaan guna proses perekrutan mahasiswa MM Regular Prasetiya Mulya bersama tim CDC. Hal tersebut mengusik ketertarikan Indria pada area human resource hingga akhirnya ia bergabung menjadi Faculty Member Prasetiya Mulya pada Departemen Organisasi dan Sumber Daya Manusia.

Salah satu cita – cita Indria untuk melanjutkan pendidikan doktoral menjadi kenyataan pada tahun 2010 dengan mengambil pendidikan S3 di Manchester Business School. Penelitian doktoralnya membahas mengenai Knowledge Management dan Social Capital dengan mengambil kasus Supply Chain pada bidang Otomotif di Indonesia. Lima tahun kemudian, Indria kembali ke Indonesia dan kembali berkarya di Prasetiya Mulya sebagai Faculty Member. “Jalur saya sebagai pengajar sudah mantap. Cita – cita saya ke depan akan lebih banyak melakukan penelitian, membuat studi yang mendukung proses pengajaran itu sendiri”, ungkap Indria.

Bagi Indria, kehadiran Prasetiya Mulya memiliki peran penting pada dunia bisnis dan menjadi wadah bagi para pelaku bisnis untuk mendapatkan ilmu bisnis yang nantinya akan banyak diterapkan di dunia bisnis. Dengan lulusan Prasetiya Mulya yang tersebar di berbagai bidang dan tempat dapat menanamkan pandangan–pandangan baru yang mungkin belum banyak atau belum terlalu dipahami oleh para pelaku bisnis saat ini. Memasuki masa bakti Prasetiya Mulya yang ke-34, Indria berharap Prasetiya Mulya semakin nyata kehadirannya di masyarakat dan terutama pada dunia bisnis dengan kontribusi yang lebih bervariasi. “Kontribusi yang diberikan harus lebih dari yang saat ini karena sekarang juga kondisi makin kompleks. Untuk sustain kita tidak hanya memikirkan diri sendiri tapi juga harus memikirkan sekitar. Misalnya saja, kontribusi yang diberikan tidak hanya pada bisnis komersil saja, namun juga ke arah yang sifatnya sosial seperti bergerak ke arah social entrepreneurship yang dapat menjadi nilai lebih dari sebuah bisnis”, jelas Indria. (*lle)