Datang dari latar belakang sebagai seorang engineer, Andreas Surya, MM (Alumni MME BM 1) kini menjalani kariernya di dunia entrepreneurship, khususnya digital startup. Sebelumnya, perjalanan karier profesional Andreas banyak dihabiskan di bidang telekomunikasi dan teknologi informasi, namun partisipasinya di beberapa lembaga non profit, seperti Mobile Monday dan Indonesia ICT Awards membangkitkan jiwa entrepreneurship di dalam dirinya. Saat ini, sebagai Vice President Portfolio & Investment Kejora Ventures, Andreas melimpahkan perhatian dan pengalamannya untuk berkontribusi dalam pengembangan digital startup di Indonesia.

Perjalanan Karier Alumni

Perjalanan karier profesional Andreas diawali dengan bergabung di salah satu perusahaan multinasional di bidang telekomunikasi pada tahun 1998 sebagai Solution Engineer. Sejak kecil, Andreas memang telah memiliki ketertarikan dengan dunia komputer dan gelar Sarjana Teknik di bidang Computer Engineering diperolehnya dari salah satu universitas negeri terbaik di kota Bandung. Setelah beberapa tahun berkarier sebagai engineer, Andreas memutuskan untuk menggali hal baru di bidang business development. Beberapa aktivitas manajemen bisnis, seperti market research, product development, hingga financial analysis mulai ditanganinya. “Jadi, setengah karier saya di telekomunikasi dan bukanlah di area teknik, tapi lebih ke aspek bisnisnya,” kata Andreas.

Sembari menapaki karier profesional, Andreas bersama beberapa koleganya menjalankan sebuah aktivitas non profit dalam bentuk networking forum, yaitu Mobile Monday yang merupakan sebuah organisasi networking non profit bagi profesional yang bergerak di industri mobile. Sebagai bagian dari Mobile Monday Global, Andreas memiliki visi khusus yang ingin dicapai melalui Mobile Monday di Indonesia, yaitu membantu perkembangan inovasi teknologi sehingga Indonesia dapat menjadi lebih terdepan di industri mobile atau telekomunikasi. Setiap bulannya, Andreas dan koleganya membuat event agar praktisi yang bergerak di bidang mobile dapat saling bertemu. Dari aktivitas tersebut, minat Andreas terhadap dunia entrepeneruship, khususnya digital startup mulai muncul. “Jadi itu lebih menarik lagi. Ketemu dengan orang – orang baru, memahami model dan peluang bisnis baru. Itulah awal mulai saya mulai tertarik dengan bidang enterpeneurship dan digital business,” ujar Andreas.

Keterlibatan Andreas di bidang entrepreneurship berlanjut dengan berperan serta pada pelaksanaan Indonesia Information & Communication Technology Awards (Indonesia ICT Awards) yang diadakan oleh Kementerian Komunikasi & Informatika pada tahun 2010. Indonesia ICT Awards merupakan sebuah kompetisi perencanaan bisnis untuk mencari technopreneurs dan membantu para inovator untuk memperoleh investor. “Itu juga termasuk aktivitas non profit, dimana kita komunitas orang–orang TI Indonesia hanya membantu untuk menggaungkan TI itu seperti apa,” cerita Andreas. Setelah lebih dari lima tahun bergabung di beberapa aktivitas non profit, pada tahun 2015, Andreas mendapatkan tawaran dari salah satu koleganya untuk bergabung di salah satu venture capital, yaitu Kejora Ventures.

Kejora Ventures merupakan saah satu venture capital yang didirikan di Indonesia dan berinvestasi di digital startup. “Kita invest di founder yang memang kuat dan mempunyai visi yang baik, tentu saja bisnisnya juga harus menarik,” kata Andreas. Merintis di Indonesia, kini Kejora telah mendanai sekitar 32 startup dan mulai berkembang untuk menggapai peluang di Asia Tenggara. Beberapa digital startup yang telah didanai oleh Kejora Ventures, seperti etobee, hipwee, cekaja.com, jualo.com, dan sociabuzz. “Seiring berjalannya waktu, kita berkembang dan bisa invest di Asia Tenggara dan sudah ada beberapa startup yang go international,” cerita Andreas.

Sebagai Vice President Portfolio & Investment Kejora Ventures, Andreas memiliki beberapa tanggung jawab, antara lain melakukan evaluasi terhadap digital startup yang ingin mengajukan pendanaan, hingga melakukan monitoring serta menjaga portfolio dari digital startup yang telah bergabung. “Salah satu tugas venture capital adalah membantu membangun startup bersama – sama. Walaupun kita tidak terlibat dalam hal operasional, tapi untuk strategic level, kita harus bantu,” kata Andreas. Selain itu, Andreas juga bertanggung jawab untuk menjalin hubungan baik dengan investor yang telah bekerja sama dengan Kejora Ventures.

Lama berkarier di bidang telekomunikasi dan saat ini menangani digital startup memiliki sebuah perbedaan besar yang dirasakan oleh Andreas. “Speed of decision dan speed of innovation sangat jauh berbeda,” ujar Andreas. Di perusahaan besar yang sudah stabil dan lama berjalan, resiko dalam pengambilan keputusan dirasa lebih banyak dan membutuhkan pertimbangan yang lebih matang. Sedangkan, untuk startup, pengambilan keputusan harus cepat agar dapat menangkap potensi pasar dengan segera. Walaupun demikian, ke depannya Andreas masih ingin membangun kariernya di bidang teknologi dan melanjutkan kariernya saat ini. “I’ll stay on this area dan dengan posisi saat ini, saya dapat bertemu dengan berbagai macam orang dan mendengarkan berbagai macam ide. That’s the best part of my life,” ungkap Andreas.

Dampak Pendidikan Prasetiya Mulya Bagi Perjalanan Karier

Setelah menjalani karier profesional selama beberapa tahun, Andreas menyadari bahwa dunia ini tidak hanya sebatas mengenai teknologi saja dan minatnya mulai berkembang ke area manajemen bisnis. Untuk membuka wawasan serta memperluas networking, pada tahun 2001, Andreas memutuskan untuk melanjutkan pendidikan dengan mengambil Program Magister Manajemen Universitas Prasetiya Mulya. Berbekal dari referensi beberapa kolega terkait cara mengajar di Universitas Prasetiya Mulya yang baik, Andreas akhirnya bergabung di MME BM Angkatan 1.

Lulus dari Universitas Prasetiya Mulya, banyak hal baru diperoleh oleh Andreas yang dijadikannya bekal untuk pengembangan karier. “Kalau ilmu teknik semua kan eksak, saya belajar bahwa di dunia bisnis tidak ada jawaban yang eksak, tidak ada resep yang benar – benar pasti untuk menyelesaikan suatu masalah. Jadi belajar juga bagaimana mengambil resiko,” cerita Andreas. Oleh karena itu, menurut Andreas, di dunia bisnis memerlukan analisa dari banyak hal dan berani menanggung resiko pada setiap keputusan yang diambil.

Tantangan & Peluang Digital Startup di Indonesia

Perkembangan digital startup di Indonesia dalam tiga tahun terakhir sangatlah menarik dan mengalami perkembangan pesat. “Dulu orang tidak mengerti digital business, tapi dengan adanya Gojek, Tokopedia, atau Uber, orang mulai mengerti ternyata ada cara bisnis seperti ini,” ungkap Andreas. Perkembangan tersebut didukung dengan jumlah pengguna internet di Indonesia yang semakin banyak dan diiringi dengan harga paket internet serta smartphone yang semakin murah. “Hal itu menjadi titik balik dimana produk digital akan naik karena pasarnya sudah ada,” ungkap Andreas.

Sebagai praktisi di area digital startup, Andreas menilai bahwa saat ini banyak pengusaha yang tertarik untuk membangun bisnis melalui mekanisme digital, namun tidak semua pengusaha tersebut serius atau sekedar meniru dari model bisnis yang sudah ada. “Jadi entrepreneur itu memang tidak mudah, tugas kita sebagai venture capital membantu yang serius untuk maju,” ujar Andreas. Di sisi lain, peluang startup di Indonesia masih terbuka lebar, terutama di beberapa bidang yang belum tersentuh, seperti agribusiness atau business to business solutions untuk small medium business.

Oleh karena itu, agar dapat sukses, sebuah startup harus menciptakan sebuah produk yang benar–benar menjawab kebutuhan pelanggan dan memiliki value proposition yang jelas. Dalam hal pendanaan, startup juga perlu memiliki rasa pantang menyerah. “Harus siap mental dan siap ditolak. Walaupun funding banyak, tapi rate of acceptance hanyalah 1%,” kata Andreas. Setelah berhasil jalan, digital startup perlu bertumbuh dengan cepat untuk menggapai pasar dengan segera. “Nanti kalau sudah menjadi besar, walaupun startup, harus sudah berbicara hal lainnya, seperti efisiensi. Namun jika startup jika masih dalam fase eksplorasi, maka semua itu harus dikerjakan secara cepat dan cerdas,” kata Andreas.