Rantai distribusi pangan yang panjang di Indonesia sehingga dapat merugikan petani kecil menjadi sebuah permasalahan yang dijawab melalui munculnya aplikasi limakilo. Pada umumnya, petani kecil di Indonesia hanya mengetahui akses penjualan ke pasar lokal atau pengumpul setempat, bahkan ada juga petani yang menjual hasil panen masih melalui sistem ijon. Pilihan pasar yang terbatas tersebut mengakibatkan bargaining power petani untuk menentukan harga beli terhadap hasil panennya sangat rendah. Tak jarang petani mengalami kerugian karena sistem tersebut, hingga pada akhirnya memilih untuk membiarkan hasil panennya begitu saja karena harga beli yang terlalu rendah. Dengan membuka akses petani ke pasar dengan lebih luas, limakilo hadir sebagai salah satu solusi dari permasalahan pangan yang terjadi di Indonesia.

LogoLogo limakilo
Sumber gambar : https://limakilo.id/

Limakilo merupakan sebuah social enterprise yang bekerja sama dengan petani kecil untuk memotong rantai pasok bahan pangan menjadi lebih pendek melalui penggunaan teknologi informasi. Resmi berdiri pada bulan November 2015 di bawah PT. Limakilo Majubersama, limakilo diinisiasi oleh tiga pemuda Indonesia, yaitu Lisa Ayu Wulandari, Walesa Dantro, dan Arif Setiawan. Salah satu alumni Universitas Prasetiya Mulya, Lisa Ayu Wulandari (MME BM 28) mengatakan bahwa nama ‘limakilo’ dipilih sebagai nama brand berawal dari satuan minimum pembelajaan yang diberlakukan bagi konsumen, yaitu lima kilogram. “Sedangkan dari segi filosofinya, angka 5 merupakan angka tengah diantara angka tunggal. Hal ini sebagai simbol visi kami untuk menciptakan fair trade bagi petani kecil”, ungkap Lisa.

lima-kilo1Tim limakilo ketika bertemu dengan Bapak Joko Widodo
Sumber gambar : https://www.techinasia.com/limakilo-seed-funding-east-ventures

Beberapa prestasi telah diraih oleh tim limakilo, seperti The Best Three Platform Hackathon Merdeka 1.0 yang diadakan oleh code4nation dan Kantor Staf Presiden pada bulan Agustus 2015, Finalis Nasional Wirausaha Mandiri 2015, dan Top 10 Mandiri Hackathon 2016. Pada tahun 2015, Lisa, dkk memperoleh sebuah kesempatan emas untuk melakukan pitching langsung di depan Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo. Akhirnya, merekapun ditantang oleh Bapak Joko Widodo untuk segera menyelesaikan prototype dari platform limakilo dalam waktu yang singkat sekitar satu bulan. Pada pertengahan 2016, startup e-commerce kategori agrikultur dan peternakan ini berhasil memperoleh pendanaan dari salah satu perusahaan modal ventura paling agresif di Indonesia untuk memperluas ekspansi kemitraan dan melatih petani kecil di Indonesia.

LimakiloProses Bisnis limakilo
Sumber gambar : https://limakilo.id/

Beberapa opsi pasar retail yang disediakan oleh Limakilo kepada para petani kecil, antara lain pasar rumah tangga, distribusi warung, pasar horeca (hotel, restoran, dan kafe), hingga serapan skala besar seperti pasar induk dan industri. Aktivitas jual beli beraneka ragam bahan pangan, seperti bawang merah, bawang putih, cabai, kentang, beras, dan lain sebagainya, dapat dilakukan secara online, melalui website (https://limakilo.id/) ataupun mobile application limakilo yang dapat diunggah di Play Store atau Apps Store. Saat ini, limakilo telah menjalin kemitraan dengan 51 petani kecil yang tersebar di beberapa kota, yaitu Brebes, Sleman, Bantul dan Garut. Tim limakilo secara aktif terus menambah jumlah partnership dengan petani kecil yang ingin bergabung menjadi mitra dan pendaftaran kemitraan ini dapat dilakukan melalui website limakilo (http://www.limakilo.id/partnership).

Terkait harga jual bahan pangan yang ditawarkan melalui aplikasi limakilo sepenuhnya dapat ditentukan oleh petani kecil selaku supplier. Setiap mitra limakilo juga dapat memperbarui harga jual setiap hari yang disesuaikan dengan kualitas hasil panen serta harga pasar terkini. Sedangkan, aktivitas membeli bahan pangan oleh konsumen dapat dilakukan melalui aplikasi limakilo dengan minimal pemesanan bahan pangan lima kilogram. Mereka juga dapat memilih mitra limakilo terdekat dan setelah melakukan pembayaran, maka bahan pangan yang telah dipesan akan langsung dikirimkan oleh mitra limakilo.

Limakilo_5Salah satu tim limakilo berdiskusi dengan petani lokal
Sumber gambar : https://www.instagram.com/limakilo.id/

Sebagai salah satu penggerak social enterprise di Indonesia, tantangan terbesar yang dihadapi oleh tim limakilo adalah kesiapan petani kecil dalam hal menjaga kualitas hasil panen dan proses paska panen, seperti grading, packing hingga labeling. Untuk menghadapi hal tersebut, Lisa, dkk secara aktif memberikan beberapa fasilitas kepada petani kecil seperti pelatihan paska panen, pengadaan alat grading dan double layer untuk quality assurance produk demi memastikan kualitas hasil panen yang diterima konsumen sesuai dengan yang dijanjikan. Sepanjang tahun 2016 lalu, mayoritas konsumen limakilo datang dari bisnis catering, yaitu sebesar 79%, dan sisanya berasal dari kios sayur (19%) serta rumah tangga (2%).

Pada tahun 2017, tim limakilo menargetkan untuk memperoleh market share sebesar 7.5% untuk area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Adapun fokus penetrasi pasar limakilo yang disasar di tahun ini adalah sebanyak 5.400 partner kios sayur. Pasar tersebut disiapkan untuk menggandeng 250 mitra limakilo pada tahun berikutnya agar dapat membantu dan meningkatkan kesejahteraan semakin banyak petani kecil di Indonesia. Khusus bagi rekan – rekan alumni Universitas Prasetiya Mulya, tim limakilo membuka kesempatan bekerja sama dengan memberikan promo spesial dalam pembelian kebutuhan bahan pangan untuk bisnis makanan dan minuman. Informasi lebih lengkap terkait penawaran promo tersebut, dapat menghubungi tim lima kilo pada email berikut : hi@limakilo.id. (*lle)