Banyak definisi yang digunakan untuk menjelaskan istilah teknologi Informasi (TI) di Indonesia. Secara umum, TI berbicara mengenai pengelolaan teknologi berbasiskan komputer yang meliputi rekayasan atau manajemen perangkat keras, piranti lunak, dan sistem informasi sesuai konteks yang diinginkan.

TI (1)

Gambar 1 : Teknologi Informasi dan Era Digital

Bertolak ke belakang melihat perkembangan TI hingga saat ini, sekelompok masyarakat dapat disebut sebagai masyarakat digital ditandai dengan tingginya pemakaian beberapa teknologi (Gambar 1) yang selanjutnya menandakan tumbuhnya era digital, diantaranya :

  • Seamless Internet

Akses internet tidak lagi terpusat statis (stationary), namun bergerak (mobile), dimana pengguna internet dapat bergerak dengan bebas dalam melakukan aktivitas, misalnya dalam melakukan pertemuan bisnis yang melewati batasan ruang dan waktu (vurtual meeting), hingga mengakses informasi dimanapun dan kapanpun.

  • Cloud & Computing

Penyimpanan dan komptasi data di Cloud, dimana pengguna tidak perlu lagi memikirkan hal-hal seperti maintenance, storage, dan data security karena telah disiapkan sebagai servis tambahan (add-on service) oleh penyedia. Contoh yang paling umum pada saat ini adalah munculnya toko virtual yang secara paradoks mulai mengalahkan toko fisik.

  • Internet of Things (IoT)

Kondisi tersambungnya semua benda (produk) apapun di dunia nyata melalui sebuah jaringan secara global dan melakukan suatu fungsi spesifik. Bagaimana rasanya mendapatkan suatu pengalaman ketika kulkas di dapur kita sudah mampu memesankan minuman favorit kita yang telah hampir habis?

Dari beberapa hal di atas, tidak dapat dipungkiri bahwa era digital telah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari masyarakat pada umumnya. Perubahan yang terjadi pada area teknologi informasi secara tridak langsung memaksa masyrakat untuk terus saling terhubung, hingga akhirnya memunculkan generasi terkoneksi.

Indonesia = Bangsa Terkoneksi?

Berbicara mengenai generasi, tidaklah terlepas dari elemen pembentuk generasi, antara lain bangsa, masyarakat, keluarga, dan individu. Lalu, di manakah posisi bangsa Indonesia saat ini? Apakah Indonesia telah layak disebut sebagai bangsa terkoneksi?

Pertama, menarik mengetahui jumlah penetrasi TI di Indonesia, seperti yang dirangkum dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APKII), penggunaan internet di Indonesia berjumlah 35% pada tahun 2014, dan meningkat hingga 52% pada tahun 2016. Pada tahun yang sama (2016), hampir 70% pengguna mengakses internet di mana saja.

Survei lebih lanjut dari MicKinsey & Company menunjukkan 2 hal positif :

  1. Akses mobile data di Indonesia berada pada level affordable (peringkat 2 diantara negara-negara di Asia Tenggara)
  2. Masyarakat Indonesia termasuk dalam kategori masyarakat terkoneksi dibandingkan dengan Amerika Serikat (Gambar 2)
TI (2)

Gambar 2 – Indonesia vs. Amerika Serikat: Perbandingan terkoneksi

Sumber : “Unlocking Indonesia’s Digital Opportunity”, McKinsey & Company, McKinsey Indoensia Office, September 2016

Secara tidak langsung (dengan mengesampingkan motivasi dan tujuan), hal ini memberikan gambaran positif yang menunjukkan kesiapan masyarakat Indonesia di bidang TI, walau tak dipungkiri bahwa hal ini belum diikuti dengan kualitas (bandwith & speed) dan infrastruktur.

Kedua, kesuksesan suatu negara adalah semu tanpa adanya penggunaan teknologi, dimana menurut Azma, semua ini harus dimulai dari institusi perguruan tinggi. Hal inilah yang dilihat oleh Universitas Prasetiya Mulya sebagai salah satu institusi perguruan tinggi swasta di Indonesia. Universitas Prasetiya Mulya melakukan investasi lebih jauh di bidang TI melalui wadah program studi Computer Systems Engineering, di bawah School of Applied STEM, sebagau wadah bagi generasi muda Indonesia agar dapat mempersiapkan diri di bidang iInformation Communication Technology (ICT), baik secara infrastruktur perangkat keras (hardware), human operator (brainware), dan piranti lunak (software).

Untuk didiskusikan lebih lanjut adalah bagaimana pengetahuan tentang teknologi tersebut dapat diterapkan dengan bijaksan dan tepat menuju Indonesia Terkoneksi. Siapkah kita?

Penulis : Erwin Anggadjaja, PhD (Department of Computer Systems Engineering, School of Applied STEM, Universitas Prasetiya Mulya)