Kecermatan Sayed Muhammad, MM (Alumni MME BM 26) dalam menangkap peluang bisnis pada sektor industri kreatif 7 tahun lalu menjadikannya sebagai salah satu pelopor pelaku ekonomi kreatif di Indonesia. Ketika digital startup belum banyak bermunculan di Indonesia, Sayed telah meluncurkan LocalBrand.co.id pada tahun 2011, sebuah fashion e-commerce pertama yang menjual brand lokal Indonesia. Dua tahun kemudian, Sayed kembali menjadi pionir dengan mengadakan festival kreatif seperti LocalFest dan LocalTaste. Adanya persaingan bisnis yang semakin ketat di masa ini, mampu dihadapi Sayed dengan mengeluarkan terobosan bisnis terbaru, yaitu LocalBrand Asia pada tahun 2016. “Di area digital, winner takes all, siapa yang cepat maka dia yang akan menguasai pasar,” ungkap Sayed.

Awal Perjalanan Karier Alumni

Dua hal yang paling menarik perhatian Sayed sejak masa remajanya adalah dunia bisnis dan teknologi informasi (TI). Darah bisnis telah mengalir sejak kecil di dalam dirinya melalui lingkungan terdekat, yaitu keluarga. “Semua orang di keluarga saya pebisnis. Kakek saya bisnis, paman saya semuanya bisnis, ayah saya juga bisnis, memang sudah mendarah daging nampaknya,” kata Sayed. Ketertarikan terhadap dunia TI muncul sejak Sayed masih duduk di bangku sekolah menengah atas. “Dari dulu saya hobinya memang yang berhubungan dengan TI, ibaratnya jika orang baru mengerti Kaskus di tahun 2010, saya sudah bermain Kaskus dari awal berdirinya, jadi memang senang dunia TI”, cerita Sayed.

Ketika masih berstatus sebagai mahasiswa jurusan Ilmu Ekonomi di salah satu universitas negeri terbaik di Jakarta, Sayed telah memulai membangun sebuah bisnis berupa digital startup, bernama kutukerja.com. Sebuah peluang yang berhasil ditangkap oleh Sayed pada waktu itu sangatlah sederhana, yaitu banyaknya kebutuhan membuat website, namun masih susah mencari sumber daya manusia yang sesuai. Situs yang menghubungkan klien dengan freelancer ini berdiri pada tahun 2007 dan dalam kurun waktu satu tahun berhasil memperoleh 20 klien serta sekitar 1.000 freelancers bergabung. “Hanya karena waktu itu sistem payment belum ready, digital payment belum ada, akhirnya saya tidak dapat duitnya juga. Intinya belum ready, terlalu cepat model bisnisnya, dan waktu itu saya juga sedang fokus lulus,” ungkap Sayed.

Setelah berhasil memperoleh gelar Sarjana Ekonomi, Sayed sempat mengawali kariernya di area profesional, sembari memenuhi harapan sang Ibu yang ingin melihat salah satu anaknya bekerja di dunia profesional. Tawaran untuk mengerjakan sebuah proyek website dari salah satu perusahaan online trading pada tahun 2010 datang menghampiri Sayed dan tidak disangka jika perusahaan tersebut sangat puas dengan hasil kinerjanya. “Setelah menyelesaikan project, ternyata bos teman saya happy dengan hasilnya dan saya diajak full time di sana sebagai Project Manager,” kata Sayed. Akhirnya, Sayed memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan salah satu passion-nya, yaitu di bidang TI dan pengetahuan seputar trading stock, yang diperolehnya dari pendidikan sarjana, menjadi bekal yang sangat membantu perjalanan kariernya.

LocalSumber : http://local.co.id/about.html

Seraya menjalani karier profesionalnya, Sayed mulai membuat sebuah bisnis baru yang bergerak di area industri kreatif, yaitu local.co.id. Semakin banyaknya brand lokal yang bermunculan pada tahun 2010 menjadi sebuah peluang yang ditangkap oleh Sayed, terutama belum adanya wadah berupa e-commerce untuk produk lokal. “Waktu itu saya melihat dari segi medium baru ada pasar tradisional, antara bazaar atau buka toko sendiri, sedangkan yang online hanya melalui Facebook atau Blogspot. Kok tidak ada e-commerce ya?,” cerita Sayed. Maka, Sayed memberanikan diri untuk memulai bisnis e-commerce tersebut dengan sebuah kantor kecil dan merekrut tiga orang karyawan. Pada tahun 2011, Sayed meluncurkan unit bisnis pertama dari local.co.id, bernama LocalBrand.co.id, sebuah situs fashion e-commerce yang menjual 100% brand lokal Indonesia.

Setelah dua tahun bergabung di perusahaan online trading, Sayed akhirnya memilih berhenti dan fokus untuk mengembangkan local.co.id. Di tengah keseruannya menjalankan bisnis, Sayed mendapatkan kesempatan berkenalan dengan CEO dari salah satu advertising agency tersohor di Indonesia dan diajak bergabung sebagai Business Unit Director di tahun 2013 untuk membantu mengembangkan salah satu unit bisnis perusahaan di area digital. “Di situ saya juga tetap mengembangkan bisnis saya dan bisa dibilang saya Business Unit Director termuda pada waktu itu,” kata Sayed.

Perlahan bisnis local.co.id merangkak naik, mulai dikenal banyak orang dan diliput oleh media massa. Hal tersebut sekaligus menjadi ajang pembuktian kepada kedua orang tua, bahwa Sayed berhasil membangun sebuah bisnis sendiri. Untuk memuluskan keinginan dan memperoleh restu orang tua untuk menjadi enterpreneur, akhirnya Sayed melanjutkan pendidikan dengan mengambil Program Magister Manajemen di Universitas Prasetiya Mulya. Banyak pengetahuan baru yang diperoleh Sayed selama mengenyam pendidikan di Prasetiya Mulya, terutama dari study case dan teori manajemen bisnis. “Beberapa hal yang disampaikan di kelas, saya seperti telah melakukan itu, tetapi saya tidak mengetahui bahwa ternyata ada teorinya. Jadi dampaknya ke saya secara eksekusi, saya lebih paham lagi ke depannya, kelemahan dan kelebihannya apa,” ungkap Sayed.

Perjalanan Local.co.id dan LocalBrand Asia

LocalBrandSumber : https://www.instagram.com/localbrandid/

Visi utama yang ingin dicapai oleh Sayed melalui local.co.id adalah memberdayakan local talent agar dapat lebih berkembang lagi. “Kenapa local talent? Karena kita percaya bahwa talent Indonesia sebenarnya oke, tidak kalah dengan talent luar. Tinggal bagaimana caranya kita mempublikasikan hal tersebut,” kata Sayed. Target pasar untuk local.co.id adalah youth urban dan menempatkan diri sebagai brand fashion yang trendy dan affordable. Kini sekitar 1.000 brand lokal telah bekerja sama dan mempercayakan produknya melalui LocalBrand.co.id.

LocalFestSumber : https://www.instagram.com/localfestid/

Pada tahun 2013, Sayed meluncurkan unit bisnis baru dari local.co.id dalam bentuk festival kreatif, yaitu LocalFest dan LocalTaste. Seiring berkembanganya local.co.id, Sayed menyadari untuk membantu mengembangkan brand lokal tidak cukup hanya melalui media online, namun juga membutuhkan sebuah pergerakan offline, salah satunya melalui event festival kreatif. Di dalam aktivitas offline ini, brand lokal juga memperoleh kesempatan untuk membangun engagement secara langsung dengan pelanggan. Konsep festival kreatif yang diadakan tidak hanya sekedar bazaar saja, namun sebuah festival yang mengangkat potensi industri kreatif lokal secara luas. “Kita buat LocalFest tidak hanya ada fashion saja, tapi ada kuliner, musik, hingga art exhibition, jadi benar – benar mengangkat industri kreatif,” ujar Sayed.

LocalTalentSumber : http://www.localtalent.co.id/localtalent.html

Selain festival kreatif, Sayed juga meluncurkan LocalTalent, sebuah creative agency untuk membantu brand lokal dalam membangun brand image. “Mereka kan desainernya, fokusnya membuat baju, sedangkan kalo kita mau jualan baju tidak cukup cuman desain saja, butuh branding yang bagus, foto yang bagus. Nah dari situlah muncul LocalTalent,” tutur Sayed. Melalui LocalTalent, Sayed memberikan layanan, seperti desain grafis dan fotografi, melalui jaringan tenaga freelancers yang dimiliki.

LocalBrand Asia (1)Sumber : http://localbrand.asia/en/welcome

Seiring berjalannya waktu, persaingan di area digital startup semakin ketat dengan hadirnya banyak kompetitor baru di Indonesia, terutama e-commerce yang menawarkan jenis produk fashion. Kompetitor hadir dengan dukungan modal yang lebih besar dan lebih berani dalam menjalankan program pemasaran melalui promo yang lebih menggiurkan untuk menarik pelanggan. “Waktu saya membuat LocalBrand.co.id, saya tidak mengerti istilah startup atau digital startup. Saya hanya melihat peluang, caranya begini dan saya jalani saja, intinya belum ada reference-nya,” ungkap Sayed. Sebagai salah satu pelopor di area digital startup, Sayed tidak berdiam diri dan mengatasi kompetisi yang ada dengan menghadirkan sebuah model bisnis baru, bernama LocalBrand Asia.

Sebagai startup yang terpilih pada salah satu program akselerator di tahun 2016 dan dengan dukungan modal dari Angel Investor, LocalBrand Asia diluncurkan untuk membentuk sebuah ekosistem antara retail dan marketplace dengan memberikan layanan omni-channel untuk usaha mikro, kecil dan menengah serta brand terkemuka. “Karena e-commerce sekarang banyak sekali, justru brand kebingungan mau masuk yang mana. Jadi kalau brand ingin masuk ke multiple marketplace, masuklah lewat LocalBrand Asia. Daripada kita compete, lebih baik kita menjadi supporting mereka,” kata Sayed.

LocalBrand AsiaSumber : https://www.instagram.com/localbrandasia/

Besarnya potensi pasar di Asia Tenggara yang didominasi oleh negara–negara berkembang menjadi sasaran utama Sayed untuk LocalBrand Asia. “Sekarang kalau berbicara mengenai Asia Tenggara, tidak bisa Indonesia ya Indonesia, Malaysia ya Malaysia, apalagi dengan hadirnya AFTA, semua sudah saling terkoneksi,” ujar Sayed. Dengan demikian, Sayed membuka peluang besar bagi brand di Asia Tenggara untuk dapat saling terhubung dengan banyak marketplace di Asia Tenggara melalui LocalBrand Asia.

Tips Sukses Membangun Digital Startup

Walaupun digital startup semakin banyak bermunculan, namun menurut Sayed masih banyak ranah yang belum dieksplor di Indonesia. Berkaca dengan perkembangan di negara barat, yang awalnya bergerak di area e-commerce, kini mereka telah membahas masalah robotic dan lainnya. “Jadi jangan terpaku dengan yang sudah ada. Dunia digital startup itu memang penuh resiko, katanya dari 10 pemain, 9 diantaranya mati. Mengapa? Karena business model mereka belum jelas”, ungkap Sayed. Oleh karena itu, sangat diperlukan sebuah ide yang baru dengan market yang belum ramai ketika ingin membangun sebuah digital startup. In the longterm, yang bisa survive biasanya 3 besar saja, jadi kalau sudah ada 3 pemain besar, lebih baik jangan ikutan,” kata Sayed.

Hal kedua yang perlu dimiliki oleh enterpreneur saat ini yang ingin membangun digital startup adalah jangan mudah menyerah. Menurut Sayed, salah satu keunggulan dari digital startup adalah dapat melakukan pivot dengan lebih mudah. “Itu mengapa kita memulai dari tim kecil dalam membuat business model, lalu membuat aplikasinya, jika gagal tinggal pivoting,” ujar Sayed.

Rencana Jangka Panjang

Sayed Muhammad (2)Sayed Muhammad (Dok : LLE / Prasetiya Mulya)

Peluang industri kreatif di Indonesia yang dinilai masih sangat luas menjadi salah satu hal yang akan tetap menjadi fokus bagi Sayed ke depannya melalui brand local.co.id. “Apalagi dengan adanya dukungan pemerintah melalui BEKRAF, yang fokusnya mengembangkan industri kreatif,” kata Sayed optimis. Dalam beberapa tahun ke depan, Sayed ingin mencurahkan perhatian sepenuhnya untuk mengembangkan LocalBrand Asia yang memiliki visi yang sangat panjang dalam menghubungkan ekosistem ­e-commerce di Asia Tenggara. Target Sayed dalam kurun waktu satu tahun ke depan adalah ingin menjadikan LocalBrand Asia sebagai leader, apalagi belum ada kompetitor yang menjalankan model bisnis yang sama. “Karena local.co.id sudah cukup lama berjalan dan saya sudah memiliki orang – orang yang dapat menjalankannya, maka saya akan benar – benar fokus di LocalBrand Asia,” ujar Sayed. (LLE)